Kasus virus Nipah memang belum ditemukan di Indonesia, namun bukan berarti pemerintah boleh leha-leha. Jangan lengah, tetap tingkatkan kewaspadaan.
“Kewaspadaan di pintu masuk negara tetap harus ditingkatkan,” ucap anggota Komisi IX DPR Irma Chaniago Suryani kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menyebut langkah antisipasi pemerintah sebenarnya sudah tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/4022/2023 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah yang ditujukan kepada pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, laboratorium kesehatan masyarakat, Kantor Kesehatan Pelabuhan, hingga para pemangku kepentingan terkait. Tinggal eksekusinya saja.
Irma juga mengimbau masyarakat, khususnya yang baru bepergian dari luar negeri, untuk lebih berhati-hati.
“Mewaspadai penyebaran virus nipah, masyarakat Indonesia yang berpergian dan balik dari luar negeri, sebaiknya selalu gunakan masker dan berhati-hati mengkonsumsi buah buahan. Masih terlalu dini menerapkan protokol seperti saat COVID-19,” pungkasnya.
Kasus virus Nipah kembali dilaporkan di India dan memicu peningkatan kewaspadaan di berbagai negara. Taiwan hingga Thailand dilaporkan memperketat skrining kesehatan di pintu kedatangan internasional. Indonesia pun tak luput dari sorotan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai virus Nipah yang dikenal sebagai penyakit zoonosis dengan tingkat kematian tinggi, bahkan bisa mencapai 75 persen.
Penularan virus ini tidak hanya terjadi dari hewan ke manusia, tetapi juga dapat berasal dari makanan yang terkontaminasi. Virus Nipah dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, hingga ensefalitis atau radang otak.
Hingga Minggu (25/1/2026) India melaporkan lima kasus baru infeksi virus Nipah di Barasat, Benggala Barat. Dua kasus awal terkonfirmasi di sebuah rumah sakit swasta, masing-masing menimpa perawat laki-laki dan perawat perempuan.
Beberapa hari berselang, tiga orang lainnya juga dinyatakan terinfeksi. Investigasi awal menduga kedua perawat tertular saat menangani pasien dengan gangguan pernapasan berat. Pasien tersebut kemudian meninggal dunia sebelum sempat menjalani pemeriksaan laboratorium virus Nipah.
Lonjakan kasus itu membuat otoritas kesehatan India kembali memberlakukan karantina, pengawasan darurat di wilayah terdampak, serta pelacakan kontak secara intensif(Sumber)












