Beban iuran BPJS Kesehatan masih banyak ditopang pemerintah daerah. Saat ini, sekitar 47 juta peserta BPJS ditanggung APBD, kondisi ini disebut ikut menggerus anggaran pembangunan di daerah.
Situasi itu kerap dikeluhkan kepala daerah karena kemampuan fiskal tiap wilayah tidak sama. Akibatnya, anggaran infrastruktur dan program pembangunan terpaksa dipangkas demi menutup iuran BPJS.
“Kami di Komisi IX seringkali mendapatkan keluhan dari kepala daerah. Mereka merasa terbebani dengan anggaran APBD untuk meng-cover BPJS ini, padahal kemampuan fiskal daerah itu berbeda-beda. Banyak daerah yang akhirnya harus memotong anggaran pembangunan atau anggaran infrastruktur hanya untuk menambal kekurangan bayar BPJS ini,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Ia mempertanyakan mengapa kuota sekitar 50 juta peserta yang tersedia di APBN tidak dimanfaatkan untuk mengambil alih 47 juta peserta yang kini ditanggung APBD. Menurutnya, langkah itu bisa langsung memangkas beban fiskal daerah.
Dengan pengalihan tersebut, pemerintah daerah dinilai memiliki ruang lebih longgar untuk mengalokasikan anggaran ke program pemberdayaan masyarakat.
“Ini harus ada sinkronisasi data yang cepat antara Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Selain soal pembiayaan, Komisi IX DPR juga menyoroti persoalan verifikasi dan validasi data Penerima Bantuan Iuran (PBI). Masih banyak warga miskin yang semestinya berhak justru tak terdata, sementara mereka yang secara ekonomi mampu tetap tercatat sebagai penerima bantuan.
Ninik meminta Kementerian Sosial melakukan pembersihan data secara berkala dan transparan agar anggaran negara tidak salah sasaran.
“Jangan sampai ada ‘data sampah’ yang terus dipelihara sehingga anggaran negara menjadi tidak tepat sasaran. Pemanfaatan data dari tingkat desa, itu mutlak diperlukan. Musyawarah Desa (Musdes) harus menjadi garda terdepan dalam menentukan siapa yang layak dan tidak layak menerima bantuan,” pungkasnya.(Sumber)












