News  

Kronologi Tersebarnya Virus Hanta di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Dari 147 Penumpang Meninggal

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis kronologi wabah virus Hanta yang menjangkiti kapal pesiar mewah MV Hondius milik Oceanwide Expeditions. Tiga dari 147 penumpang dan awak dilaporkan tewas, dengan dua kasus terkonfirmasi positif lewat uji laboratorium.

Hingga 4 Mei 2026, teridentifikasi tujuh kasus secara total. Rinciannya dua kasus terkonfirmasi PCR dan lima kasus suspek, termasuk satu pasien dalam kondisi kritis dan tiga orang bergejala ringan.

WHO pertama kali menerima laporan resmi pada 2 Mei 2026 setelah penumpang mengalami penyakit pernapasan berat. Gejala awal mulai muncul pada rentang 6 hingga 28 April, ditandai demam dan gangguan pencernaan yang berkembang cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, hingga syok.

Kronologi Empat Kasus Utama
Kasus pertama menimpa seorang pria dewasa yang mengalami demam, sakit kepala, dan diare ringan pada 6 April. Kondisinya memburuk menjadi gangguan pernapasan pada 11 April dan ia meninggal di hari yang sama tanpa sempat menjalani uji mikrobiologi. Jenazahnya dipindahkan ke Saint Helena pada 24 April.

Kasus kedua adalah perempuan dewasa, kontak erat dari kasus pertama. Ia mengalami gejala pencernaan saat turun di Saint Helena pada 24 April, kondisinya memburuk saat penerbangan ke Johannesburg, dan meninggal pada 26 April. Hasil PCR pada 4 Mei mengonfirmasi positif virus Hanta.

Kasus ketiga menimpa seorang pria dewasa yang mengalami demam, sesak napas, dan pneumonia pada 24 April. Ia dievakuasi ke Afrika Selatan pada 27 April dan kini dirawat di ICU dengan hasil PCR positif. Kasus keempat adalah perempuan dewasa yang meninggal pada 2 Mei setelah bergejala pneumonia sejak 28 April.

Penularan dan Penilaian Risiko WHO
Infeksi virus Hanta pada manusia umumnya terjadi akibat kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penyakit ini tergolong jarang, tetapi bisa berakibat fatal.

Penularan antar manusia pernah dilaporkan pada wabah sebelumnya yang melibatkan virus Andes. WHO menilai risiko terhadap populasi global dari kejadian di kapal pesiar ini masih rendah.

“Investigasi lanjutan masih berlangsung. Wabah ini ditangani melalui respons internasional terkoordinasi, termasuk investigasi mendalam, isolasi dan perawatan pasien, evakuasi medis, serta pemeriksaan laboratorium,” tulis WHO dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (5/5/2026).

Penanganan dan Respons Pemerintah

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Aaron Motsoaledi, menegaskan pasien asal Inggris dalam kondisi kritis tengah ditangani. Petugas kesehatan dan siapa pun yang sempat berkontak dengan pasien akan dilacak serta diperiksa.

“Pasien sedang ditangani. Seperti virus lainnya, hantavirus tidak memiliki pengobatan khusus, sehingga yang diberikan adalah perawatan suportif dan penanganan gejala,” ujar Motsoaledi.

Pemerintah Inggris melalui juru bicaranya menyatakan kantor luar negeri telah berkomunikasi dengan keluarga pasien. Tim konsuler disiagakan di Inggris, Afrika Selatan, Spanyol, dan Portugal.

Nasib Kapal MV Hondius
Oceanwide Expeditions tengah mempertimbangkan opsi berlayar ke Las Palmas atau Tenerife sebagai lokasi penurunan penumpang untuk pemeriksaan medis lanjutan. Otoritas Cape Verde sebelumnya menolak mengizinkan penumpang turun.

“Penumpang tidak akan diizinkan turun di wilayah ini guna mencegah risiko penularan,” kata Presiden Institut Kesehatan Masyarakat Cape Verde, Maria Da Luz.

Seorang penumpang yang enggan disebutkan namanya mengatakan pesawat evakuasi tengah dalam perjalanan. Tiga orang akan diterbangkan ke Eropa, sementara sisanya kemungkinan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary.(Sumber)