Bila Anies Baswedan menang Pilpres 2024 pendukungnya masih setia dan istiqamah bukan hal aneh dan bukan pula hal yang patut dibanggakan. Itu biasa. Setia bersama kemenangan.
Namun akan menjadi hal yang luar biasa bila pendukungnya tetap setia. Serta menjadi catatan sejarah bila pendukung calon presiden seperti Anies Baswedan yang kalah Pilpres 2024 tetapi pendukungnya masih istiqamah bergerak bersama Anies Baswedan untuk perubahan Indonesia.
Contohnya adalah Ormas Gerakan Rakyat yang kemarin menggelar Rapimnas I tahun 2025 di Jakarta. Banyak yang lupa kalau Jakarta selain Ibukota Indonesia juga Ibukota Asean, kata Anies Baswedan dalam sambutannya.
Para Relawan Anies Baswedan di Pilpres 2024 yang lalu bergabung dalam satu wadah Ormas Gerakan Rakyat. Berkumpul di suatu tempat ditengah tantangan internal organisasi yang luar biasa. Tentu dengan maksud memantapkan diri untuk merapatkan dan merapikan barisan demi sebuah cita-cita bersama.
Mengisi kemerdekaan Indonesia yang sebentar lagi akan kita peringati ke 80 tahun. Para pendiri republik telah merumuskan cita-cita kemerdekaan seperti tertuang dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945.
Dikatakan tantangan internal organisasi yang luar biasa menantang karena para peserta yang datang dari seluruh Indonesia bermodalkan komitmen, kemandirian dan kebersamaan. Tidak mudah merawat kemandirian perjuangan yang didasari komitmen secara sukarela dan bergerak bersama ditengah dinamika politik nasional yang makin transaksional.
Meski datang dengan akomodasi sendiri, para Pengurus Wilayah penuh semangat juang tinggi. Ini menunjukkan komitmennya terhadap visi misi organisasi untuk sebuah perjuangan ditengah tantangan organisasi yang luar biasa menantang serta makin carut marutnya perpolitikan nasional.
Sebagaimana kita ketahui, Gerakan Rakyat bukan partai politik tapi hanya sebuah organisasi masyarakat yang peduli terhadap masa depan Indonesia.
Masa depan yang penuh dinamika ditengah ancaman global dan domestik. Gerakan Rakyat hadir dengan semangat kebersamaan bersama elemen rakyat lainnya memberikan solusi kebangsaan agar Indonesia tetap berada di koridor para pendiri republik.
Bandung, 18 Muharram 1447/14 Juli 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis












