Pemerhati Politik dan Kebangsaan M Rizal Fadillah menilai situasi politik nasional kini telah keluar dari kendali dan semakin sulit diprediksi. Ia menyebut insiden tragis tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online, yang digilas kendaraan taktis Brimob, menjadi pemicu kemarahan rakyat terhadap aparat Kepolisian maupun anggota DPR.
“Affan bukan sekadar korban kelalaian. Ia dibunuh. Tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis itu tidak hanya melakukan pelanggaran etika, melainkan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP,” kata Rizal Fadillah dalam keterangannya kepada Radar Aktual, Jakarta, Senin (1/9).
Menurutnya, penggilasan yang dilakukan rantis Brimob terhadap Affan masuk kategori pembunuhan dengan sengaja, khususnya dolus eventualis atau sengaja dengan kemungkinan. “Rantis ngebut mengejar demonstran yang panik berlarian sangat memungkinkan terjadinya kematian. Itu bukan lagi soal etika, tetapi pidana,” tegasnya.
Ia menilai tragedi Affan Kurniawan telah mengguncang skenario awal kerusuhan terbatas yang didesain untuk kepentingan politik tertentu. Namun, akibat peristiwa ini, aksi protes rakyat semakin membesar di berbagai daerah, dengan markas dan fasilitas kepolisian menjadi sasaran kemarahan publik.
“Apapun skenario yang dimainkan—baik kepentingan Jokowi dan geng Solo, penguatan posisi Prabowo, maupun campur tangan asing—semua kini buyar karena rakyat bereaksi spontan,” jelasnya.
Rizal menegaskan, jalan keluar strategis bagi bangsa adalah mendesak pengadilan terhadap Jokowi dan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, Jokowi telah menumpuk dosa politik, sementara Gibran menjadi simbol cacat demokrasi, konstitusi, moral, dan agama.
“Stabilisasi hanya akan terjadi jika tujuh pelaku diproses hukum, keterlibatan atasan diusut, warga ditahan dibebaskan, Komandan Brimob dan Kapolda Metro Jaya diberi sanksi, Kapolri Listyo Sigit dicopot, serta Jokowi diadili dan Gibran dimakzulkan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung Presiden Prabowo agar bersikap tegas kepada institusi Polri. “Jangan mengancam masyarakat dengan tudingan makar atau terorisme. Tindakan represif hanya akan menjadi bumerang bagi kejatuhan Prabowo sendiri,” katanya.
Rizal menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa apapun skenario kerusuhan yang terjadi, prioritas perjuangan rakyat kini jelas: adili Jokowi dan makzulkan Gibran.












