Presiden Prabowo mulai bersih-bersih. Satu persatu loyalis mantan presiden Jokowi dikeluarkan dari anggota kabinet. Senin sore, 8 September 2025 bersih-bersih menteri yang terafiliasi Geng Solo dimulai.
Reshuffle menteri kemarin menyisir menteri asal Geng Solo dari samping, pemain gelandang dalam sepak bola. Gelombang selanjutnya diprediksi reshuffle bakal menyisir ke tengah. Terakhir, posisi menteri asal Geng Solo yang berada di posisi depan. Posisi striker dalam sepak bola.
Strategi ini Presiden Prabowo lakukan diprediksi untuk menghindari gejolak pasca kerusuhan Agustus kelabu yang diduga diarsiteki Geng Solo. Belum menyisir menteri-menteri yang berposisi sebagai striker seperti Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.
Reshuffle dimulai dari loyalis militan Jokowi yang juga Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi dicopot dari posisinya sebagai Menteri Koperasi. Gaung desakan pencopotan Budi Arie Setiadi sudah bergema sejak Budi Arie Setiadi dilantik oleh Presiden Prabowo Oktober 2024 yang lalu.
Bukan karena Budi Arie Setiadi bagian dari Geng Solo saja desakan pencopotan sudah bergema. Melainkan dugaan keterlibatan Budi Arie Setiadi dalam kasus beking judi online ketika masih menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika era Jokowi. Desakan Budi Arie Setiadi direshuffle makin kencang bergema.
Ada rumor pasca dicopot dari anggota kabinet, Budi Arie Setiadi akan menjadi tersangka dalam skandal beking judi online yang menghebohkan itu. Publik mendesak agar aparat penegak hukum tidak tebang pilih.
Menteri Geng Solo kedua yang dicopot adalah politisi PKB, Abdul Kadir Karding sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Politisi PKB ini kabarnya masuk kabinet Merah Putih karena usulan Jokowi bukan mewakili PKB.
Desas-desus jelang penyusunan Kabinet Merah Putih menyebut pencalonan Abdul Kadir Karding karena usulan Jokowi. Kabarnya, isu ini yang membuat Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar marah. Abdul Kadir Karding rival berat Muhaimin Iskandar di PKB.
Momen tertangkap basahnya Abdul Kadir Karding dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni main domino bersama Azis Wellang, sosok yang pernah berperkara dalam kasus pembalakan liar hanya menjadi pintu masuk pencopotan Abdul Kadir Karding yang sejak awal tidak direstui Muhaimin Iskandar masuk kabinet.
Analisis ini diperkuat dengan tak dicopotnya loyalis Jokowi yang juga lingkaran Geng Solo, Raja Juli Antoni sebagai Menteri Kehutanan. Padahal, Abdul Kadir Karding tidak sendirian bermain domino. Ada Raja Juli Antoni yang seharusnya juga dicopot bila alasan bermain domino bersama bekas tersangka kasus pembalakan liar, Aziz Wellang menjadi alasan pencopotan Abdul Kadir Karding.
Pencopotan dua menteri asal Geng Solo pertanda baik bagi rakyat. Meski belum menyentuh pos kementerian strategis yang dipegang Geng Solo setidaknya pencopotan dua menteri Geng Solo babak awal Presiden Prabowo bersih-bersih menteri yang memiliki loyalitas ganda.
Satu sisi, menteri asal Geng Solo loyal kepada Presiden Prabowo. Sisi lain, diam-diam masih loyal kepada mantan presiden RI ke-7 Jokowi. Bahkan ada 2 menteri secara terang-terangan menyebut Jokowi sebagai bos.
Kedua menteri tersebut adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Publik berharap kedua menteri ini untuk direshuflle gelombang berikutnya.
Banyak kebijakan menteri asal Geng Solo yang menjadi blunder bagi Pemerintahan Presiden Prabowo. Sebut saja Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian bikin gaduh soal 4 pulau milik Aceh.
Publik berharap Presiden Prabowo tidak berhenti pencopotan menteri asal Geng Solo pada Budi Arie Setiadi dan Abdul Kadir Karding Masih ada 11 menteri lainnya termasuk Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo layak untuk dicopot gelombang reshuffle ketiga.
Bandung, 16 Rabiul Awwal 1447/9 September 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis












