Dialek Medan yang kental terdengar setiap kali ia berbicara. Nada suaranya tenang, penuh kebapakan, dan terasa mengayomi. Sosok itu adalah Dr. Ir. Ongku Parmonangan Hasibuan, M.M., atau yang akrab disapa OPH— mantan anggota DPR RI Fraksi Demokrat, sekaligus figur dengan rekam jejak panjang di dunia pemerintahan, industri energi, dan organisasi sosial.
Di balik pembawaannya yang bersahaja, tersimpan perjalanan hidup panjang yang membentuknya menjadi pemimpin berwibawa. Dari tanah kelahiran di Gunungtua, Padang Lawas Utara, hingga ruang sidang parlemen di Jakarta, jejak Ongku Hasibuan adalah kisah tentang kerja keras, pendidikan, dan pengabdian.
Ongku Parmonangan Hasibuan lahir pada 27 November 1958, sebagai anak sulung dari delapan bersaudara. Ayahnya berasal dari Huristak, Padang Lawas, sementara ibunya dari Sipirok, Tapanuli Selatan—dua wilayah yang dikenal kuat menjaga tradisi, nilai kekeluargaan, dan semangat gotong royong.
Sebagai anak pertama, tanggung jawab sudah akrab sejak kecil. Lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan dan etos kerja membentuk karakter disiplin yang kemudian menjadi ciri kepemimpinannya.
Nilai-nilai itulah yang kelak terlihat dalam gaya komunikasi OPH: tegas namun hangat, berwibawa tetapi tetap membumi.
Perjalanan intelektual Ongku Hasibuan dimulai dari Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat ia meraih gelar Sarjana Teknik Elektro. Pilihan pada bidang teknik menunjukkan ketertarikannya pada sistem, ketelitian, dan solusi berbasis teknologi.
Ia pun pernah menjadi asisten dosen di ITB. Terpilih menjadi asisten dosen karena prestasi di bidang akademik.
Ia kemudian melanjutkan ke Prasetya Mulya Business School Jakarta untuk meraih Magister Manajemen Bisnis, memperkuat fondasi kepemimpinan dan manajerial.
Tak berhenti di sana, OPH kembali ke ITB untuk menyelesaikan Program Doktor Manajemen Sains, menandai komitmennya terhadap pembelajaran sepanjang hayat.
Wawasannya semakin luas melalui berbagai program pengembangan eksekutif internasional, antara lain:
INSEAD – Prancis, Petroleum Economist – Inggris, MIT Sloan School of Management – Amerika Serikat, Tsinghua University – Tiongkok dan Lemhannas RI
Jejak pendidikan ini menggambarkan seorang teknokrat yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga dinamika global energi, ekonomi, dan kepemimpinan.
Sebelum dikenal sebagai kepala daerah dan politisi nasional, Ongku Hasibuan menempuh karier profesional selama lebih dari tiga dekade di sektor strategis: pertambangan dan pengolahan migas, kelistrikan dan instrumentasi dan pertambangan batubara serta emas.
Pengalaman panjang ini membentuk pemahaman mendalam tentang pengelolaan sumber daya alam, teknologi industri, hingga tata kelola energi—isu yang sangat relevan bagi pembangunan Indonesia.
Dunia industri juga mengasah kemampuan manajemen proyek besar, pengambilan keputusan cepat, serta kepemimpinan dalam lingkungan kompleks.
Pengabdian di sektor publik dimulai ketika Ongku Hasibuan dipercaya menjadi Bupati Tapanuli Selatan periode 2005–2010. Masa kepemimpinannya diwarnai berbagai capaian pembangunan yang membuatnya menerima sejumlah penghargaan atas kinerja pemerintahan daerah.
Kepemimpinan daerah menjadi ruang pembuktian bahwa pengalaman teknokrat dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang nyata bagi masyarakat.
Pada 2022, OPH melangkah ke tingkat nasional sebagai Anggota DPR RI melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW), menggantikan Jhoni Allen Marbun, dan bergabung dengan Fraksi Partai Demokrat.
Di Senayan, ia membawa perspektif unik: kombinasi teknokrat industri, kepala daerah berpengalaman, dan pemimpin organisasi sosial.
Selain di parlemen, Ongku Hasibuan juga berperan sebagai Ketua Pembina Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Padangsidimpuan (IKAPADA).
Peran ini menunjukkan keterikatannya pada akar sosial dan pendidikan. Baginya, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia dan jaringan alumni yang mampu berkontribusi bagi daerah.
Mereka yang pernah berinteraksi dengannya kerap menggambarkan OPH sebagai sosok: kebapakan dan mengayomi, tenang namun tegas dalam keputusan, berwibawa tanpa kehilangan kesederhanaan, berpikir sistematis ala insinyur dan visioner dengan perspektif global
Dialek Medan yang khas justru menjadi identitas kuat—mengingatkan bahwa kepemimpinan nasional tetap berakar pada budaya lokal.
Perjalanan Ongku P. Hasibuan belum berhenti. Dari dunia industri, pemerintahan daerah, hingga parlemen nasional, benang merahnya tetap sama: pengabdian melalui kompetensi.
Di tengah tantangan energi, pembangunan daerah, dan transformasi ekonomi, figur dengan pengalaman lintas sektor seperti OPH memiliki posisi strategis—menjembatani kebutuhan teknis, kebijakan publik, dan kepentingan masyarakat.
Pada akhirnya, kisah Ongku Hasibuan bukan sekadar biografi seorang politisi. Ia adalah potret generasi pemimpin yang ditempa kerja keras, pendidikan global, dan akar budaya lokal—sebuah kombinasi yang terus dibutuhkan Indonesia hari ini dan esok.












