Partai Golkar Buka Opsi Koalisi Permanen, Sarmuji Sebut Sudah Ngobrol Dengan Gerindra

Wacana koalisi permanen bukan lagi sekadar isu pinggiran, tapi sudah jadi bahan obrolan antarfraksi.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji mengakui, pembicaraan itu memang sudah terjadi, meski masih informal. Salah satu yang diajak bicara adalah Partai Gerindra.

“Kalau bicara antarfraksi mungkin secara obrolan sudah. Kepada Gerindra sudah pasti kita pernah bicarakan tentang pentingnya koalisi permanen,” ujar Sarmuji di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Bagi Golkar, koalisi permanen bukan sekadar pengikat politik. Ini soal menjaga pemerintahan tetap stabil sampai 2029. Sarmuji menilai perjalanan politik lima tahun ke depan tak akan selalu landai. Pemerintah, kata dia, pasti akan berhadapan dengan kebijakan-kebijakan yang tak mudah.

Ada momen ketika pilihan tak sesederhana hitam dan putih. Antara yang ramai di media sosial dan yang benar-benar dibutuhkan negara, sering kali tidak sejalan.

“Kadang-kadang antara yang viral dan yang penting itu pilihan yang tidak terhindarkan. Dalam posisi yang semacam itu, perlu koalisi yang kuat,” kata dia.

Karena itu, Golkar ingin koalisi tak hanya kompak saat situasi sedang nyaman. Justru diuji saat keadaan sulit, ketika kebijakan tak populer harus tetap dijalankan.

“Tidak hanya semata-mata pada waktu suka, tetapi kadang-kadang dalam keadaan duka sekalipun, dalam keadaan yang barangkali masih memerlukan dukungan, Golkar tidak akan pernah lari dari kesepakatan koalisi,” jelas Sarmuji.

“Jadi kita dorong koalisi permanen,” sambungnya.(Sumber)