News  

Seharusnya Prabowo Berkaca Jika Ingin Jadi Juru Damai Konflik AS-Israel vs Iran

Tampaknya Prabowo berupaya ‘memoles’ citra dirinya setelah jeblok akibat Indonesia jadi anggota Board of Peace (BoP) dan perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang dinilai tidak adil.

Prabowo lupa atau pura-pura lupa. Niat ingin jadi pahlawan setelah dikecam habis-habisan oleh publik dalam negeri dan masyarakat internasional lantaran Prabowo seperti jadi ‘budaknya’ Donald Trump.

Bagaimana mungkin Prabowo bisa jadi juru damai yang adil antara Amerika-Israel vs Iran sementara posisi Prabowo tidak setara dengan Donald Trump.

Masuk BoP dan perjanjian dagang saja sudah tidak berkutik. Lebih manut keinginan Donald Trump daripada membela Palestina dan perjanjian dagang yang menguntungkan Indonesia.

Keinginan Prabowo jadi juru damai banyak direspon publik dengan sinis. Prabowo tidak ngaca! Dicundangi Donald Trump dengan jadi anggota BoP dan perjanjian dagang yang tidak adil itu.

Seperti kata Jusuf Kalla. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12. Yang sukses menjadi Juru damai Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Jusuf Kalla menyindir pedas keinginan Prabowo itu. “Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini dalam hal perundingan.”

Dalam bahasa lain, bagaimana mungkin orang tidak setara mau mendamainkan juragannya. Bukan malah jadi juru damai malah jadi juru jongos AS-Israel.

Bukan respon positif. Keinginan Prabowo jadi juru damai mendapat cibiran banyak pihak. Prabowo cari sensasi publik setelah reputasinya rusak karena dianggap budaknya Amerika.

Analisis ini bisa salah. Bisa juga benar. Prabowo rela jadi ‘budak’ Donald Trump asal tidak di Madurokan. Ini yang dinanti dan ditunggu Geng Jokowi. Anak haram konstitusi tampil menggantikan Prabowo.

Iran beda dengan Venezuela. Iran melawan. Tidak takut di Madurokan. Opsinya kekerasan dan serangan brutal. Mengganti rezim Iran dengan Pemerintahan boneka, Reza Pahlavi. Semua orang tahu itu.

Bisa juga diam-diam Donald Trump main mata dengan Geng Jokowi. Mengganti Prabowo dengan anak haram konstitusi. Lihat sekarang reputasi Prabowo. Hancur.

Prabowo lebih memilih jadi budak Donald Trump ketimbang anak haram konstitusi yang menggantikkannya. Meski citra Prabowo hancur. Dikecam dimana-mana.

Harusnya Prabowo sadar diri. Namanya sudah hancur. Prabowo sendiri yang menghancurkan nama baiknya. Tega-teganya Prabowo menggadaikan Bangsa Palestina dan Bangsa Indonesia dengan menjadi anggota BoP bentukan Donald Trump dan perjanjian dagang yang merugikan Indonesia.

Itu pertanda. Diplomasi internasional Prabowo sangat buruk. Kalah jauh dengan panggung politik Indonesia di dunia internasional ketika Indonesia dipimpin Soekarno dan Soeharto. Menteri Luar Negeri kala itu top-top semua. Jago diplomasi.

Citra politik Prabowo makin buruk. Publik sulit mempercayai Prabowo sebagai macan Asia. Publik lebih percaya Prabowo sebagai meong Asia.

Meong Asia yang takluk dan bertekuk lutut di depan Jokowi dan Donald Trump. Rela menggadaikan Bangsa Palestina dan Bangsa Indonesia demi tetap berkuasa dan berhalusinasi jadi juru damai konflik AS-Israel vs Iran.

Bandung, 12 Ramadhan 1447/2 Maret 2026
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis