News  

Eks Pimpinan KPK Sindir Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Baru Dilantik Sudah Terima Suap Importasi

Mantan Pimpinan KPK, Saut Situmorang, melontarkan sindiran kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama. Sindiran itu tak terlepas dari nama Djaka yang disebut menerima uang terkait dugaan suap importasi barang.

Nama Djaka memang disebut menerima uang sebesar 213.600 dolar Singapura dari pimpinan PT Blueray Cargo, John Field. Penerimaan uang itu terkuak dalam sidang John Field di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada 20 Mei lalu.

Saut awalnya menyatakan penilaian terhadap internal Ditjen Bea Cukai. Menurutnya, saat ini lingkungan Ditjen Bea Cukai semakin rawan korupsi.

“Sekarang ini kan dipimpin orang luar tuh. Ya kan, yang bekas TNI itu kan. Nah, jadi maksud saya begini, pergeseran figur itu membuat dia semakin parah gitu,” kata Saut kepada inilah.com, Minggu (31/5/2026).

Setelah itu barulah Saut menyindir Djaka. Dia heran mengapa Djaka yang belum lama dilantik justru sudah disebut penerima uang yang diduga suap.

“Tapi enggak lama kemudian setelah dilantik, kasus itu, nama dia disebut-sebut. Ya jadi artinya cepat juga dia menyesuaikan diri untuk kemudian melakukan tindakan kayak begitu gitu. Jadi itu besar,” ucap Saut.

Namun demikian, Saut tidak mau berspekulasi lebih jauh soal benar atau tidak Djaka menerima uang yang diduga. Yang jelas, dia melihat kerawanan korupsi di Ditjen Bea Cukai bersifat sistemik.

“Kalau kebenarannya di KPK yang tahu ya. Tapi kalau saya bilang itu sistemik dan KPK harus tegas di situ,” katanya.

Diketahui, Djaka Budhi Utama resmi dilantik sebagai Dirjen Bea Cukai pada 23 Mei 2025. Dia disebut pernah bertemu dengan pimpinan Blueray Cargo, John Field, pada 22 Juli 2025.

Dalam persidangan John Field pada 20 Mei 2026 lalu, terbongkar adanya amplop berisi uang ratusan ribu dolar Singapura dari John Field. Amplop tersebut berkode “1” yang disebut jaksa untuk Djaka Budi selaku Dirjen Bea Cukai.(Sumber)