Politik

Panitia Konser Amal Kena Prank, PKS: Ini Lawakan Kelas Wahid!

0

Pelelangan motor bertanda tangan Presiden Joko Widodo yang diprakarsai oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama BPIP dan BNPB untuk menyuntik dana percepatan penanangan pandemik Covid-19 menggelitik masyarakat.

Pasalnya, dalam pelelangan tersebut yang berlangsung pada Ahad (17/5/2020) itu, salah seorang warga bernama M. Nuh yang bekerja sebagai buruh bangunan, menjadi pemenang lelang motor listrik Gesits yang ditandatangani Presiden Joko Widodo seharga Rp. 2,5 miliar.

Kapolda Jambi Irjen Firman Santyabudi menyebutkan, yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah, bukan malah membayar. Dan karena ditagih untuk segera membayar, yang bersangkutan ketakutan, dia pun datang ke polisi untuk minta perlindungan.

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil terkekeh mendengar kabar tersebut, dan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bahan hiburan masyarakat di tengah musibah Covid-19 ini.

“Ini lawak kelas wahid, bayangkan seorang yang konon berprofesi buruh bangunan mampu mengelabui panitia,” kata Nasir sambil tertawa terbahak-bahak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/5/2020).

Disinggung mengenai apa yang harus dilakukan pemerintah dan panitia penyelenggara acara atas ‘prank’ M. Nuh. Nasir mengatakan bahwa M. Nuh cocok jadi seniman prank.

“Ya jangan diapa-apain lah. Berarti dia cocok jadi aktor, karena mampu meyakinkan panitia,” tutup politisi PKS asal Aceh ini. {riaunews}

Menyoal Reformasi 1998, Fadli Zon: Dulu Dwifungsi ABRI, Sekarang Dwifungsi Polisi

Previous article

Heran Masyarakat Disalahkan, Gerindra: Wong Aturannya Yang Berubah-Ubah Nggak Jelas

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *